Remaja Konvoi Bawa Gel Blaster di Jalan Raya Sengkang, Warga Resah

 

WAJO — Fenomena penggunaan senjata mainan berpeluru gel atau gel blaster mulai marak di Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. 

Aksi sejumlah remaja yang membawa dan memainkan gel blaster di jalan raya pada malam hingga dini hari membuat masyarakat resah karena dinilai mengganggu ketertiban umum.

Sejumlah remaja dilaporkan kerap melakukan konvoi menggunakan sepeda motor pada tengah malam hingga menjelang dini hari. 

Dalam aksinya, mereka tidak hanya berkeliling kota, tetapi juga memainkan gel blaster di jalanan.

Perilaku tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Selain berpotensi mengenai pengendara lain, cara berkendara yang ugal-ugalan juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Seorang pengendara yang melintas pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 01.00 WITA mengaku sempat merasa terintimidasi saat berpapasan dengan rombongan remaja tersebut. Demi alasan keamanan, ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

“Sekitar pukul 01.00 WITA saya pulang dari kegiatan. Di tengah perjalanan tiba-tiba muncul rombongan remaja itu. Saat saya berada di tengah-tengah mereka, rasanya seperti dikepung gangster,” ungkapnya, Senin (9/3/2026).

Ia mengaku khawatir karena selain membawa senjata mainan yang ditembakkan ke arah tertentu, rombongan remaja tersebut juga melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya.

Warga berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah pencegahan sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.

“Jangan sampai ada korban baru ditindak. Kami berharap polisi bisa segera melakukan penertiban agar situasi tetap aman,” harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Tempe AKP Candra Said Nur mengatakan pihaknya telah beberapa kali memberikan imbauan kepada para remaja agar tidak berkendara secara ugal-ugalan sambil membawa atau menggunakan senjata mainan gel blaster di jalan raya.

Menurutnya, tindakan tersebut dapat mengganggu pengguna jalan lain, menimbulkan keresahan warga, bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Kami sudah memberikan imbauan kepada mereka agar tidak melakukan aksi seperti itu karena dapat mengganggu pengguna jalan lain dan menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Meski telah diberikan peringatan, pihak kepolisian masih menemukan sejumlah remaja yang tetap melakukan aksi tersebut.

Karena itu, Polsek Tempe berharap adanya kesadaran dari para remaja serta peran orang tua untuk memberikan pengawasan dan nasihat kepada anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Masyarakat juga berharap adanya patroli rutin dari pihak kepolisian pada malam hingga dini hari guna mencegah aksi konvoi remaja yang membawa gel blaster serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Kota Sengkang.



Laporan "nar*